Seputar Penjelasan Sinkat Tersebarnya Agama Islam Di Mandar

 ISLAM DI MANDAR

Islam di Mandar pertama kali masuk saat pemerintahan Daetta Tommuane Maradia keempat Balanipa yang di bawa oleh Abdurahim Kamaluddin
Namun tahun yang menyatakan kapan masuknya Islam di Mandar belum pasti hanya diperkiraan pada tahun 1610-1620 Masehi, karena masa pemerintahan Maradia Daetta Tommuane berlangsung tahun 1615 Masehi pun menerima Islam yaitu sesudah Gowa menerima Islam, maka Mandar pun menerima yaitu setelah lebih dahulu melalui Sawitto yaitu pada periode pemerintahan Daetta Tommuane
Pada masa Daetta Tommuane agama Islam diterima sebagai agama kerajaan, perangkat adat di bidang agama Islam juga dilengkapi, misalnya masalah perkawinan, zakat dan shalat lima waktu
Perhatian Maradia kepada agama Islam, ditunjukan dengan diakomodasinya kelompok ulama dalam struktur pemerintahan sebagai bagian pilar komposisi ketahanan kerajaan, yang terdiri dari:
1. Golongan bangsawan yang populer dengan gelar tomawuweng
2. Golongan alim ulama dan
cendekiawan
3. Angkatan bersenjata,
4. Pengusaha
Bendera kebesaran masing￾masing menggunakan ayat –ayat Al-Qur’an
Akomodasi Maradia Arajang Balanipa terhadap empat entitas tersebut didasari oleh amanat adat yang tertuang dalam Lontara Mandar yang memastikan bahwa :
Appe Buanganna Banua Tandi Ruppaq; Mesami Diang Tomaccana; Daqduanna, Diang Topanritana; Tatalunna, Diang Tosugina; Appeqna, Diang Tobaranina
Empat entitas yang mendukung stabilitas negeri, yaitu :
1. Keberadaan cendekiawan
2. Keberadaan ulama
3. Wirausahawan dengan semangat
etos kerjanya
4. Keberadaan orang-orang yang
kesatria

0 komentar:

Posting Komentar